Progress In Social Development https://psd.fisip-unmul.ac.id/index.php/psd <p>Progress in Social Development published by the Study Program of Social Development, Faculty of Social Science and Political Science Universitas Mulawarman, which is published twice a year in <strong>January and July</strong>. Articles are written in English and Bahasa Indonesia.</p> <p><a title="ISSN" href="https://issn.brin.go.id/terbit/detail/1583299326" target="_blank" rel="noopener"><strong>ISSN: 2722-2861</strong></a></p> Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik en-US Progress In Social Development 2722-2861 Peran Komunitas Majelis Taklim Kadipolo Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai Keagamaan https://psd.fisip-unmul.ac.id/index.php/psd/article/view/202 <p>Majelis taklim merupakan salah satu institusi keagamaan nonformal yang memiliki peran strategis dalam membentuk kehidupan sosial masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunitas Majelis Taklim di Dukuh Kadipolo dalam meningkatkan pemberdayaan kehidupan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai dari bulan Maret hingga Juni 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim Kadipolo berperan sebagai agen transformasi sosial melalui penguatan nilai religius, peningkatan solidaritas sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Nilai-nilai keagamaan yang diajarkan tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai basis etika sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa majelis taklim memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan sosial berbasis agama di tingkat lokal.</p> Fitri Rosanti Copyright (c) 2026 Fitri Rosanti https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-11 2026-07-11 7 2 469 481 10.30872/psd.v7i2.202 River Cosmology, Social Capital, and Digital Memory: Social Development Strategies of The Riparian Community in Urbanizing Pontianak, West Kalimantan https://psd.fisip-unmul.ac.id/index.php/psd/article/view/205 <p>Riparian communities frequently hold social development assets that are underacknowledged in official policy despite experiencing growing urbanization pressures. These assets are rooted in ecological knowledge, communal solidarity, and cultural practices shaped by long interaction with river environments. This article examines how the Orang Sungai (River People) as Riparian Community in Pontianak, West Kalimantan, Indonesia, sustain community resilience through river cosmology, water-based livelihoods, and digital mnemonic practices. Using a qualitative interpretive approach based on secondary narrative analysis, documentary reading, and contextual digital traces, the article analyzes how river-related meanings, livelihood ethics, and mediated memories support communal life in an urban setting. The analysis argues that river cosmology provides a moral basis for social norms and ecological responsibility. Water-based livelihood practices are converted into economic resilience and social capital within the urban informal economy. Digital mnemonic practices help dispersed community members transmit ecological knowledge and cultural identity across generations. Together, these mechanisms form a bottom-up social development system that operates without formal institutional support. The article also identifies how state empowerment programs may weaken existing community assets through time poverty, elite capture, and participation fatigue. This article contributes to wider debates on riverine communities, local knowledge, social welfare, and participatory development under urban change in the Global South.</p> Annisa Dwi Lestari Muhammad Maulana Muhammad Arifin Putri Rahmah Nur Hakim Copyright (c) 2026 Annisa Dwi Lestari, Muhammad Maulana, Muhammad Arifin, Putri Rahmah Nur Hakim https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-18 2026-07-18 7 2 482 490 10.30872/psd.v7i2.205 Peran Komunitas Hindu Dalam Menjaga Ekosistem Gunung Pengsong Melalui Pengelolaan Lingkungan Berbasis Spiritualitas https://psd.fisip-unmul.ac.id/index.php/psd/article/view/203 <p>Gunung Pengsong dikenal sebagai kawasan suci umat Hindu sekaligus ruang ekologis yang memiliki fungsi penting bagi keseimbangan lingkungan di Lombok Barat. Menariknya, praktik pelestarian lingkungan di kawasan ini tidak hanya dijalankan melalui kebijakan formal pemerintah, tetapi juga melalui ajaran agama dan aturan adat yang hidup di tengah komunitas Hindu setempat. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji peran komunitas Hindu dalam menjaga ekosistem Gunung Pengsong melalui pengelolaan lingkungan berbasis spiritualitas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan sumber data primer berupa wawancara dengan tokoh agama Hindu, tokoh adat, dan warga yang terlibat langsung dalam aktivitas keagamaan dan sosial di kawasan Gunung Pengsong. Data juga diperoleh melalui observasi kegiatan ritual, gotong royong, serta telaah dokumen seperti awig-awig dan kebijakan pemerintah daerah Kabupaten Lombok Barat. Data yang terkumpul dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan menekankan pada hubungan antara praktik keagamaan, struktur adat, dan tindakan ekologis masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ajaran Hindu dengan konsep Tri Hita Karana berperan sebagai landasan etis yang membentuk kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan melindungi flora fauna, serta membatasi eksploitasi lingkungan di kawasan Gunung Pengsong. Praktik ritual, hukum adat, dan gotong royong menjadi instrumen utama pelestarian ekosistem yang dijalankan secara partisipatif. Temuan ini menegaskan bahwa pengelolaan lingkungan berbasis spiritualitas dan komunitas lokal memiliki kontribusi penting sebagai model konservasi alternatif yang berkelanjutan dan kontekstual, sehingga membuka ruang bagi penelitian lanjutan mengenai integrasi agama, adat, dan kebijakan lingkungan di wilayah lain.</p> Lalu Nauval Ahsan Thofhani Copyright (c) 2026 Lalu Nauval Ahsan Thofhani https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0 2026-07-22 2026-07-22 7 2 491 499 10.30872/psd.v7i2.203