Peran Komunitas Majelis Taklim Kadipolo Dalam Meningkatkan Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Nilai Keagamaan
Abstract
Majelis taklim merupakan salah satu institusi keagamaan nonformal yang memiliki peran strategis dalam membentuk kehidupan sosial masyarakat pedesaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunitas Majelis Taklim di Dukuh Kadipolo dalam meningkatkan pemberdayaan kehidupan masyarakat berbasis nilai-nilai keagamaan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Penelitian berlangsung selama empat bulan, terhitung mulai dari bulan Maret hingga Juni 2026. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Proses analisis data menggunakan model analisis interaktif yang terdiri dari tiga alur kegiatan, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Majelis Taklim Kadipolo berperan sebagai agen transformasi sosial melalui penguatan nilai religius, peningkatan solidaritas sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Nilai-nilai keagamaan yang diajarkan tidak hanya berfungsi sebagai pedoman spiritual, tetapi juga sebagai basis etika sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa majelis taklim memiliki kontribusi signifikan dalam pembangunan sosial berbasis agama di tingkat lokal.
Downloads
References
Anwar, S. (2012). Aktualisasi peran majelis taklim dalam peningkatan kualitas umat di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, 10(1–2012).
Bahri, E. S. (2025). Pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Fam Publishing.
Chambers, R. (1996). Participatory Rural Appraisal: Memahami Desa Secara Partisipatif. Yogyakarta: Kanisius.
Dahlan, Z. (2019). Peran dan kedudukan majelis taklim di Indonesia. Jurnal Al-Fatih, 2(2), 252–278.
Durkheim, É. (1912). Las reglas del método sociológico. Daniel Jarro, editor.
Fauziah, A., Heryadi, Y., & Pratama, R. (2024). Konsep pemberdayaan masyarakat. Padang: CV HEI Publishing Indonesia.
Firman, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat di desa berbasis komunitas: review literatur.
Geertz, C. (1960). The Javanese Kijaji: The changing role of a cultural broker. Comparative Studies in Society and History, 2(2), 228–249.
Geertz, C. (1973). The Interpretation of Cultures. New York, NY: Basic Books.
Haris, A. (2014). Memahami Pendekatan Pemberdayaan Masyarakat. Jurnal Administrasi Dan Kebijakan Kesehatan Indonesia, 13(2), 103927.
Haryono, P., HS, A. K., Gunawan, S., Kholilah, A., Syarif, A., Nurrahman, P. I., Nubzatussaniyyah, N., & Ramadhan, M. R. (2025). Peran Majelis Taklim Babakan Jamanis dalam Meningkatkan Sikap Moderasi Beragama di Desa Karangbenda, Kecamatan Parigi, Kabupaten Pangandaran: Pengabdian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(1), 3576–3584.
Junaidi, M. I. S. (2025). Kohesi Sosial pada Komunitas Jamaah Sapta Dharma di Taman Siswa Yogyakarta. Jurnal Moderasi, 5(1), 15–31.
Junaidi, M. I. S. (2025). Pewarisan Makna Simbolik Peretuq/Peretus Dalam Tradisi Pengobatan Di Dusun Paokkambut Kecamatan Labuapi Lombok Barat. AT-TAKLIM: Jurnal Pendidikan Multidisiplin, 2(4), 9–19.
Junaidi, M. I. S. (2026). Conflict Dynamics and Violence Against the Ahmadiyya Community in Lombok. KEDJATI Journal of Islamic Civilization, 3(1), 56–70.
Junaidi, M. I. S., & Adawiyah, R. (2026). Patterns of Digital Interaction Through TikTok Reposting and Its Relationship with the Emotional State of Generation Z. Synergy: Journal of Communication and Media, 2(1), 20–32.
Junaidi, M. I. S., Adawiyah, R., Rosanti, F., Aryasatya, A. Y., & Thofhani, L. N. A. (2026). Konstruksi Gaya Hidup Generasi Z dalam Penggunaan TikTok: Analisis Perilaku Konsumtif dan Identitas Digital di Media Sosial. AMACCANG: Journal of Multidisciplinary Studies, 1(2), 24–32.
Khasanah, S. U., Atmowidjoyo, S., Madian, M., & Hanafi, A. (2024). Meningkatkan Peran dan Fungsi Majelis Taklim Sebagai Wadah Pendidikan dan Penguatan Karakter Masyarakat: Improving the Role and Function of Majelis Taklim as a Forum for Education and Strengthening Community Character. Jurnal Abdimas Le Mujtamak, 4(2), 78–89.
Kurniawati, D. P. (2013). Pemberdayaan masyarakat di bidang usaha ekonomi (studi pada Badan Pemberdayaan Masyarakat kota Mojokerto). Brawijaya University.
Madjid, A., Latief, H., & Fauzan, A. (2022). Honoring the Saint through Poetry Recitation: Pilgrimage and the Memories of Shaikh Abdurrahman Siddiq Al-Banjari in Indragiri Hilir. Religions, 13(3), 261.
Margayaningsih, D. I. (2018). Peran masyarakat dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di desa. Publiciana, 11(1), 72–88.
Masitoh, D., Ramadhani, S. A., & Sari, F. (2023). Penguatan peran perempuan dalam penanaman nilai-nilai moderasi beragama pada keluarga di majelis taklim Desa negeri ulangan, kabupaten pesawaran. DEDIKASI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(1), 41–50.
Miles, M.B, Huberman, A.M, & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analysis, A Methods Sourcebook, Edition 3. Terjemahan. Tjetjep Rohindi Rohidi, UI-Press.
Moleong, L. J. (2017). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Mustanir, A., Faried, A. I., Mursalat, A., Kusnadi, I. H., Fauzan, R., Siswanto, D., & Widiyawati, R. (2023). Pemberdayaan Masyarakat. Global Eksekutif Teknologi, 7.
Mustofa, A. (2026). Penguatan Peran Majlis Taklim Ummahat Melalui Melaui Program Kegiatan Bakti Sosial Sebagai Strategi Pemberdayaan Komunitas Di Sitimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta: Penelitian. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(3), 17954–17961.
Noor, T. R., Inayati, I. N., & Bakri, M. (2021). Majelis Taklim Sebagai Transformator Pendidikan, Ekonomi Dan Sosial Budaya Pada Komunitas Muslimah Urban. Tarbiyatuna: Jurnal Pendidikan Islam, 14(1), 1–19.
Pasmawati, H., & Meidyansyah, R. (2025). Penguatan kebutuhan spiritual masyarakat melalui kegiatan majelis taklim. Jurnal Pengabdian Masyarakat Dan Riset Pendidikan, 4(2), 10776–10784.
Putnam, R. D. (1993). The prosperous community. The American Prospect, 4(13), 35–42.
Putnam, R. (1995). Bowling alone: America’s declining social capital. Journal of Democracy, 6, 65-78. doi:10.1353/jod.1995.0002
Rosanti, F., Fadhilah, M., & Junaidi, M. I. S. (2026). From Sacred Ritual to Cultural Festival: The Transformation of the Dreadlocked Hair Ruwatan Tradition in Dieng as a Cultural Practice. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial Dan Humaniora, 5(4), 10814–10824.
Sagala, R. (2019). Peran Majelis Taklim Al-Hidayah dalam Pendidikan Islam dan Gerakan Sosial Keagamaan di Propinsi Lampung. AL-MURABBI: Jurnal Studi Kependidikan Dan Keislaman, 6(1), 27–36.
Sany, U. P. (2019). Prinsip-prinsip pemberdayaan masyarakat dalam perspektif Al Qur’an. Jurnal Ilmu Dakwah, 39(1), 32–44.
Sofyan, A., Hasan, M., & Mahrus, E. (2025). Peran Majelis Taklim dalam Membangun Harmoni Masyarakat Multikultural di Desa Sungai Kunyit. Kartika: Jurnal Studi Keislaman, 5(1), 453–464.
Syafar, M. (2015). Pemberdayaan Komunitas Majelis Taklim Di Kelurahan Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. Lembaran Masyarakat, 1(1), 41–68.
Turner, B. S. (1991). Recent developments in the theory of the body. The Body: Social Process and Cultural Theory, 1–35.
Yuliawati, S., Machdalena, S., & Ekawati, D. (2023). Pemberdayaan Perempuan Di Komunitas Majelis Taklim Al Amanah Desa Cimenyan Kabupaten Bandung Melalui Peningkatan Peran Perempuan Dalam Membangun Keluarga Sehat. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(2), 282–291.
Zilfaroni, Z., & Dianto, I. (2026). Peran Penyuluh Agama Dalam Pemberdayaan Ekonomi Kelompok Majelis Taklim Di Kota Padangsidimpuan. Jurnal At-Taghyir: Jurnal Dakwah Dan Pengembangan Masyarakat Desa, 8(2), 275–302.
Copyright (c) 2026 Fitri Rosanti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









